DEPOK – Maman S. Mahayana, Mustafa Ismail dan Iin Marlina, tiga calon ketua umum Dewan Kesenian Depok (DKD), mengundurkan diri dari bursa pencalonan. Itu membuat seniman tradisi Nuroji dipilih secara aklamasi sebagai Ketua DKD menggantikan Misabhul Munir dalam Musyawarah Luar Biasa DKD di Kompleks Balai Kota Depok, Jumat, 29 April 2016.
“Dengan demikian Bapak Ir H Nuroji resmi menjadi Ketua Umum Dewan Kesenian Depok yang baru,” kata Maman S Mahayana yang memimpin sidang pleno musyawarah itu. Sebelumnya, peserta musyawarah sepakat dengan suara bulat memberhentikan ketua umum DKD sebelumnya, Misbahul Munir, karena dianggap lama tidak aktif karena kesibukannya sebagai salah satu pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kota Depok
Setelah Munir dinyatakampn demisioner, peserta musyawarah diminta memgusulkan nama-nama calon ketua umum. Dari penjaringan itu, muncul empat nama yakni seniman tradisi Nuroji, akademisi dan kritikus sastra Maman S Mahayana, penyair Mustafa Ismail dan aktris film Iin Marlina. Namun tiga nama terakhir mundur dari pencalonan dengan alasan masing-masing. Salah satu alasan yang dikemukakan adalah kuat dan kakunya tembok birokasi pemerintahan yang sulit ditembus seniman.
Nuroji yang dikenal sebagai seniman tradisi itu dirasa cocok untuk menembus birokrasi itu karena punya akar dan jaringan yang kuat untuk itu. “Ia bisa menggunakan jaringan politik untuk membangun kesenian dan kebudayaan,” kata Asrizal Nur, deklamator yang juga pemilik rumah seni Asnur. Seperti diketahui, selain berkesenian, Nuroji anggota DPR RI Komisi X yang antara lain membidangi pendidikan dan kebudayaan

Nuroji dalam pidato singkatnya setelah terpilih mengatakan baru mengetahui belakangan bahwa langkah pengurus Dewan Kesenian Depok tertatih-tatih. “Saya baru tahu kondisi ini,” ujarnya. Ia berkomitmen memajukan kesenian serta kebudayaan di Depok dalam berbagai sisi. [R]
Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in and view the post's comments. There you will have the option to edit or delete them.