Meski pembangunan terus bergerak di kota Depok khususnya di wilayah Margonda, para pebonsai tetap bertahan dari yang penghobi, pemelihara bonsai hingga yang menjual tanaman bonsai. Pebonsai yang ditumbuhkan di batu untuk menciptakan kesan pohon yang bertahan hidup di atas batu, jurang atau pun lereng terjal. Pohon di atas batu ini memberikan kesan pohon yang tua, liar namun tetap alami.
Himbauan berkebun, penghijauan termasuk udara segar telah lama dilakukan oleh para pebonsai ini. Mereka juga dapat menikmati keindahan, termasuk buah-buahannya dari murbai, kawista, anggur Brazil atau kupalandak, dewandaru atau sianto atau yang berbunga sebut saja pohon kemuning, kembang kertas atau bougenvillea dan banyak jenis lainnya lagi.
Untuk menanam dengan kesan dan imajinasi di atas lereng ini, salah satu adalah diperlukan batu karang. Menanam pohon yang dibonsai yang akarnya tumbuh di batu bertujuan membuat kesamaan dengan dunia bukit, pegunungan.
Kegiatan seni yang meniru alam ini memerlukan keahlian tersendiri. Medianya adalah batu karang yang bertekstur unik dan ringan selain juga seperti spons yang menyimpan cadangan air selain medium tanah di dalam pot.
Batu karang laut ini dapat memberikan cadangan air di tengah cuaca yang panas, kering dan terik.
Pohon yang ideal untuk ditanam di atas batu adalah yang sanggup bertahan di tengah kekeringan dan akarnya dapat merengkuh batu termasuk beringin, serut, sisir, asem, atau pun sancang.
Rully Pangalila, penghobi bonsai yang memiliki ‘nursery’ di Margonda, Depok pernah mengatakan bahwa ada dua jenis karang, yaitu karang gunung dan karang laut yang sama-sama bagus digunakan. Hanya saja, idealnya karang gunung karena karang gunung lebih memiliki banyak rongga. Namun karang gunung lebih berat sehingga potnya harus lebih kuat. Tanamannya dapat dipilih beragam tanaman dari mulai beringin, ulmus, santigi, waru dan banyak lagi jenis tanaman yang lain.
Menyoal tanaman yang ideal masuk ke batu, menurutnya, seharusnya semua jenis tanaman dapat tumbuh di karang. Itu tergantung kreasi para pemiliknya. “Jadi sah-sah saja namanya orang berkreasi, dari tanaman santigi, ulmus, sampai beringin pun dapat ditumbuhkan di karang. Namanya saja kreasi,” papar Rully.
Menanam di karang atau di batu sebenarnya dapat dilakukan dengan diletakkan di dalam batu (in the rock) atau pun menanam di atas batu (on the rock). Termasuk juga menyelipkan di tekstur karang yang memiliki lekuk atau akar itu diselipkan di lekukan karang.
Menurut Rully, menanamkan akar bonsai harus sabar dan diperlukan waktu berbulan-bulan dipendam di dalam pot besar.
“Akar yang masih serabut perlu dilindungi dengan sedotan atau jenis pipa apa pun. Akar dimasukkan ke dalam sedotan lalu sedotannya ditarik dan dimasukkan ke batu. Kalau akar besar ingin lebih besar lagi, ya dapat memanfaatkan selang. Yang penting, semua memerlukan kehati-hatian, terutama untuk memasukkan akar dan menariknya ke rongga batu,” pungkas Rully.
SIHAR RAMSES SIMATUPANG