Makanan itu adalah dodol Depok. Nama makanan ini sempat disebut di tengah keramaian Diskusi Budaya yang digelar di Panggung Betawi Ngumpul
di Jalan Raya Tanah Baru Depok, Sabtu malam (14/5).
“Ini dodol benar-benar disajikan setelah masak dari kuali. Dodol yang berbeda dari dodol di daerah lain. Ini salah satu makanan khas Depok,” ujar Asrizal Nur, penyair yang juga Ketua Harian Dewan Kesenian Depok, ketika didaulat membagikan penganan dodol pada hadirin.
Rezky M Noor yang menjadi panitia untuk kuliner, mengatakan bahwa dodol ini dapat diandalkan sebagai makanan khas. “Makanya tadi pembuatannya pun kami lakukan di acara ini supaya masyarakat tahu,” ujarnya.
Selain dodol, ada Kembang Mayang yang nyaris serupa kue lupis dan serabi yang dibubuhi kuah berbahan gila merah. Kuenya lebih empuk, tanpa ditaburi kelapa, dengan warna hijau sebagaimana warna daun suji.
Selain kembang mayang, makanan khas lain di acara itu, Es Selendang Mayang, laksa, juga disajikan di meja khusus di sekitar acara.
Di acara besar Gebyar Budaya 2016 yang menjadi acara hajatan masyarakat Depok ini, digelar juga berbagai gelar kuliner lain yang akrab di kalangan masyarakat Depok seperti tape uli, kembang goyang, bubur sumsum, es cincau dan surabi.
(SIHAR RAMSES SIMATUPANG)
Makanan itu adalah dodol Depok. Nama makanan ini sempat disebut di tengah keramaian Diskusi Budaya yang digelar di Panggung Betawi Ngumpul