DEPOK (Depokone) – Dewan Kesenian Depok (DKD) melakukan diskusi untuk menyusun agenda-agenda kegiatan. Hal ini sesuai dengan misi dan visinya untuk mengembangkan dan memajukan seni budaya di Kota Depok. DKD merangkul para pelaku seni budaya yang bergiat di Kota Depok.
Dalam diskusi yang dilaksanakan Jumat malam (20/5/2016) di Warung Betawi Ngoempoel di Tanah Baru, Beji, Depok tersebut dihadiri para pengurus inti dan ketua komite serta perwakilan tiap komite DKD. Selain itu, hadir juga seniman dan budayawan Depok. Mereka antara lain Nuroji, Asrizal Nur, Mustafa Ismail, Jeffrey Sumampouw, dan lain-lain.
Para seniman Depok menginginkan sebuah tempat yang representatif untuk mementaskan Karya-karyanya agar diketahui dan bisa dikenal masyarakat. Yang dimaksudkan adalah adanya sebuah gedung kesenian, yang selama ini mangkrak belum ada kelanjutan pembangunannya.
“Dewan Kesenian Depok sudah bergairah meningkatkan dinamika gerakan seni budaya melalui komite-komite. Ketua komite dari masing-masing komite harus segera mulai menyusun agenda,” ucap Puguh Tjahjono selaku Sekjen DKD.
Komite teater akan membuat workshop teater ke sekolah-sekolah. Komite sastra akan menyusun program untuk workshop penulisan dan pembacaan puisi, penulisan cerita pendek untuk siswa dan guru di bidang pelajaran Bahasa Indonesia.
“Dewan Kesenian Depok melayani di bidang seni budaya untuk mencari bakat atau potensi-potensi generasi muda,” imbuhnya.
Sedangkan program jangka pendek di bulan Ramadhan yang akan datang Dewan Kesenian Depok akan mengadakan “Tadarus Budaya dan Silaturrahmi seniman Depok”.
IMAN SEMBADA