Dewan Kesenian Depok Menolak Muslub Jilid 2

DEPOK (Depokone) – Muncul wacana bahwa Musyawarah Luar Biasa (Muslub) Dewan Kesenian Depok (DKD) harus diulang mendapat reaksi penolakan. DKD secara tegas menolak Muslub jilid 2. Mereka menganggap Muslub yang diadakan pada 29 April 2016 lalu sah dan sudah sesuai dengan mekanisme organisasi.

“Mengulang musyawarah luar biasa justru itu inkonstitusional,” kata pelukis Puguh Tjahjono di Depok, Sabtu, 4 Juni 2016.

Puguh menjelaskan, berdasarkan anggaran dasar Dewan Kesenian Depok, Muslub dapat diadakan jika diusulkan dan disetujui sekurang-kurangnya dua pertiga anggota Dewan Kesenian Depok.

Keputusan Muslub dianggap sah apabila disekapakati oleh 50 persen plus satu suara dari peserta muslub yang hadir.

“Nah yang hadir di musyawarah itu lebih dari 75 persen anggota Dewan Kesenian Depok,” ujar alumnus pascasarjana Institut Kesenian Jakarta itu.

Ia merinci, jumlah anggota dan pengurus Dewan Kesenian Depok jumlah resminya adalah 23 orang, kemudian mulai ada yang tidak hadir untuk rapat-rapat internal dalam menggagas agar DKD ini tetap solid dan berjuang, bahkan setelah deadlock pada raker perdana, tegas menyatakan mengundurkan diri, hingga tinggal 16 orang bahkan dua pekan sebelum Muslub jumlah anggota pengurus resmi tinggal 15 orang. Sementara yang menyetujui dan menghadiri musyawarah sebanyak 13 orang.

“Dari mana dasarnya mengatakan musyawarah luar biasa tidak sah,” tutur Puguh yang ditunjuk oleh Pengurus Harian DKD sebagai ketua Panitia Muslub, waktu itu.

Musyawarah luar biasa yang diadakan pada 29 April 2016 salah satu agendanya adalah mempertanyakan sikap dan tanggung jawab Ketua Umum DKD yang lama, Misbahul Munir terhadap keberlangsungan DKD, yang secara sah dikukuhkan melalui Surat Keputusan Walikota.

“Kita memahami sebagai pejabat penting di Depok, Pak Munir sangat sibuk. Sehingga kita maklumi pula bila selama ini tidak bisa aktif dan menggerakkan DKD. Jadi praktis selama ini DKD seperti bus kehilangan supir. Hanya diam dan tidak bisa bergerak,” lanjut Puguh.

Maka Pengurus Harian DKD sepakat menggelar Muslub, beberapa tokoh seniman dan budayawan di Depok dan pers coba kita hadirkan. Nah karena tidak punya sopir, busnya rakyat seniman kan harus tetap berjalan sesuai trayeknya, maka dalam Muslub kita putuskan pemilihan Ketua Umum.

Peserta muslub memilih ketua umum baru, secara demokratis melalui mekanisme pencalonan. Penentuan bakal calon pun juga ada persyaratan yang signifikan tentang layak tidaknya menjadi Ketua Umum. Ada empat calon yang diusulkan oleh peserta muslub untuk menggantikan Munir dan hasilnya

“Peserta kemudian memilih Pak Nuroji terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Depok yang baru,” papar Puguh.

IMAN SEMBADA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *