Ade Novi dikenal sebagai salah satu penyair terpenting di Depok. Puisi-puisinya terkumpul dalam sejumlah antologi puisi bersama, salah satunya berjudul “Cahaya Titis” yang diterbitkan oleh Rumah Seni Asnur pada 2015. Namun, Novi yang sehari-hari bekerja sebagai pendidik itu tidak hanya menulis puisi. Ia juga menulis cerpen. Belum lama ini ia meluncurkan buku kumpulan cerpennya berjudul “Di Balik Angka 41”. Berikut beberapa puisi Ade Novi.
INI BUKAN CINTA
Dia menari lagi, seiring derup jantung yang berbunyi
Dan aku…
Tak percaya semua mimpi
Ku biarkan kibasan angin menerpa tubuhku
Ku biarkan hujan membanjiri seluruh jiwaku
Meski lelah kutapaki, penuh darah dan duri
Aku terus berjalan tanpa perduli
Waktu terus menggelinding dari dinding ke dinding, tak membuatku bergeming
Ini bukan cinta jika pengorbanan tak sesuai rencana
Kubiarkan, ku sendiri…
Jkrt, 19516
LANGIT DAN BUMI
Kaulah langit itu
Tinggi diatas awan dengan kemegahan
Tak mampu aku mencapaimu
Meski sudah ku korbankan jiwa raga ini
Aku adalah bumi
Yang selalu merindukan hujan, saat kemarau datang
Aku kehausan kering kerontang jiwaku
Senyummu adalah tangisku
Tangisku adalah senyummu
Nafasmu nadi hidupku
Pada waktu yang berputar tiada henti
Warnamu indah, seperti pelangi
Cahayamu seterang bulan bintang
Suaramu menyejukan bagai nyanyian angin dalam kekosongan hati
Adakah ingatanmu tertuju padaku..?
Semasa musim waktu yang berlalu
Aacchhhh…. Mengapa ku ciptakan rasa ini sendiri, Walau ku tau ragamu telah mati, tapi rasa itu tersimpan rapi dalam hati
Bgr, 18516