Puisi Ir. Nuroji

Ir. Nuroji, tokoh masyarakat dan pendiri Komunitas Betawi Ngoempoel. Ia pernah bergabung di Harian Jurnal Nasional, Warta Kota, dan lainnya. Putra asli Betawi dan alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini, kini ngantor di Senayan sebagai anggota Komisi X DPR-RI yang membidangi Kebudayaan.

FLASH BACK

Jam dinding warna putih
Kenapa aku jadi ingin menatapinya
Aku menghitung 12 tanda di mukanya
Jarummu yang merah itu
Terus berputar tak peduli melewati tanda tanda itu
Entah siapa yang akan memintanya berhenti

Jam dinding itu
Kenapa aku jadi bercermin di mukamu
Sekarang, jarummu berputar berpaling ke belakang
Siapa memintamu membawa aku kembali ke sudut sudut kusam,
Menelusuri kembali lorong lorong impian, yang tak sanggup kugapai,
Siapa memintamu membawa aku kembali ke taman remajaku, suka citaku
Siapa memintamu membawa aku kembali ke jalan jalan panjang,
Yang lurus dan berbelok, yang turun dan mendaki
Siapa memintamu membawa aku ke jurang terjal, memandangi
Tempat aku terjatuh, sakit perih di ulu hati
Siapa yang memintamu aku memajang kembali layar layar penuh gores warna warni
Yang tak sanggup ku kenang

Jam dinding itu
Jangan paksa kau bawa aku kepada kedai dan gerobak baksoku
Kepada jalan panjang menyusuri nomor nomor rumah di depan
Menitipkan bingkisan lebaran atau sekedar selembar tagihan telepon,
Atau mengetuk pintu rumah bosku, salah alamat, mohon maaf
Jangan paksa kamu bawa aku kepada putaran mesin jahit menderu,
Merajut harapan, meraih laba, memupuk harta,
Lalu menggelindingkan nasibku ke puncak, melambungkan asaku
Lalu jatuh dan terjerembab, mematahkan semua sendi sendiku,
Meremukkan tulang dagingku

Jam dinding warna putih
Di sini, aku masih menatap jarummu
Terus mundur melampaui tanda 12 mu berkali kali
Aku masih dapat melihat jelas jejak di belakangku, ada siapa?
Sahabat, kawan, lawan, saudara, entah siapa
Ada yang tersenyum, terbahak, sedih, pilu,
Ada yang menohok mencekik memaki,
Ada yang membujuk membelai merayu,
Ada yang memotong leherku

Kini aku tersenyum sendiri,
Terbayang semua itu seakan aku mainkan sepotong lakon
Lucu, ah tidak tertawa
Sedih, ah tidak menangis
Luka, ah tidak perih
Tertawa, ah tidak bahagia
Paham tapi tidak mengerti

Jam dinding warna putih
Sudahlah cukup…aku lelah
Jangan teruskan putaran Jarummu ke belakang
Jangan berlama aku menatap kembali layar layar itu
Nanti aku tersesat di belakang sana
Kembalikan aku kepada tanda 12 mu, saat ini
Biarkan cerita itu tersimpan kelak nanti dikenang kembali
Biar semua kusimpan kelak untuk anak cucuku
Biarkan aku meneruskan hidup ini dengan semangat, ikhlas dan sabar

Senayan, 26 Mei 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *